Waspada Musim Badai Atlantik 1 Juni Hingga 30 November

Jakarta, TechOPet —

Musim badai Atlantik 2021 atau badai Hurikan dilaporkan telah berlangsung sejak Selasa (1/6). Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara di Kawasan Karibia dan Amerika Tengah untuk bersiap menghadapi musim badai Atlantik di atas normal.

Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) sendiri memprediksi ada kemungkinan bahwa musim badai Atlantik akan menjadi musim ‘di atas rata-rata’

“Ada kemungkinan sebanyak 60 persen bahwa musim badai Atlantik yang berlangsung dari Selasa (1 Juni hingga 30 November)akan menjadi musim ‘di atas normal’,” bunyi laporan NOAA.

Lebih lanjut NOAA menyebut kemungkinan badai hurikan akan membawa 13 hingga 20 badai, dengan kecepatan angin 39 mph (63 km/jam) atau lebih.

Dari badai tersebut, terdapat sebanyak 10 potensi badai dengan kecepatan angin 74 mph (119 km/jam) atau lebih, dan menghasilkan tiga hingga lima badai besar dengan kecepatan angin 111 mph (179 km/jam).



Musim badai di tahun ini disebut menyerupai musim badai pada tahun 2020 yang sangat aktif hingga memecahkan rekor dengan 30 badai.

Mengutip Live Science, pada September lalu, National Hurricane Center (NHC) sampai kehabisan nama untuk badai yang ditemukan, hingga menamainya dengan huruf Yunani. 

Ini bukan kali pertama NHC kewalahan memberi nama pada fenomena badai yang terjadi. Pada tahun 2005, NHC juga harus menggunakan huruf Yunani ketika musim badai yang dinilai sangat aktif hingga menghasilkan 28 badai.

Menurut NHC, badai Atlantik pertama tahun ini akan diberi nama “Ana”, “Bill” kedua, diikuti oleh “Claudette, Danny, Elsa, Fred, Grace” dan seterusnya; badai terakhir dalam daftar dinamai “Wanda.”

Sejak tahun 1980-an, intensitas, frekuensi dan durasi badai Atlantik Utara disebut kian meningkat, dan karena perubahan iklim bumi kian memanas, intensitas badai dan tingkat curah hujan diperkirakan akan terus meningkat.

Peningkatan aktivitas cuaca di tahun ini merupakan imbas dari aktivitas tinggi yang sedang berlangsung. Naiknya suhu permukaan laut yang lebih hangat, pergeseran angin yang lebih lemah di Samudra Atlantik tropis, adanya aktivitas monsun Afrika barat disebut tidak akan menekan aktivitas badai.

Untuk mengetahui arah badai Atlantik, dapat mengunjungi situs hurricanes.gov milik NHC untuk tetap mengetahui peringatan badai sepanjang musim.

Dikutip USA Today, kedatangan badai dilaporkan terjadi lebih awal. Badai Tropis Ana terbentuk pada 22 Mei, berputar di samudera Atlantik selama sekitar dua hari sebelum mereda.

Di samping itu, musim badai Pasifik timur secara resmi dimulai pada 15 Mei. Dua badai dilaporkan telah terbentuk di samudera Pasifik. Kantor berita khusus cuaca, Weather Channel dan aplikasi deteksi cuaca AccuWeather juga memprediksi musim badai di tahun ini lebih banyak dari biasanya.

(can/DAL)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar