Virgin Galactic Kantongi Izin Bawa Penumpang ke Luar Angkasa

Jakarta, TechOPet —

Badan Penerbangan Amerika Serikat (The U.S. Federal Aviation Administration) telah mengeluarkan izin resmi Virgin Galactic untuk membawa penumpang komersial ke ruang angkasa, pada Jumat (25/6) waktu setempat. 

Dilansir Space.com, Virgin Galactic juga telah menguji coba pesawat ruang angkasa terbaru yaitu VSS Unity pada 22 Mei 2021 lalu.

“Penerbangan (uji coba VSS Unity) berjalan sempurna dan hasilnya menunjukkan bahwa keamanan dan kehebatan sistem penerbangan kami jauh lebih baik,” kata CEO Virgin Galactic, Michael Colglazier dikutip Business Wire.



“Persetujuan FAA atas lisensi peluncuran komersial membuat kami percaya diri menggelar penerbangan uji awak penuh pertama di musim panas ini,” tambah Colglazier.

Pesawat ruang angkasa terbaru VSS Unity dapat menampung enam penumpang dan dua pilot. Pesawat ini merupakan pengembangan dari pesawat sebelumnya yaitu Space Ship Two Virgin Galactic.

VSS Unity didorong ke atas atmoster oleh pesawat yang dibuat khusus yaitu White Knight Two.

Pada ketinggian sekitar 15 ribu meter, VSS Unity terjun bebas ke ruang suborbital dan turun kembali dengan sangat mulus.

VSS Unity sebelumnya juga telah dua kali uji coba penerbangan ke ruang suborbital, yaitu Desember 2018, Februari 2019.

Pada Februari 2019 silam, untuk pertama kalinya pesawat membawa penumpang manusia ke ruang angkasa.

Pesawat itu dikomandoi oleh dua pilot yakni Dave Mackay dan Michael Masucci serta satu penumpang yaitu Kepala Instruktur Astronot Virgin Galactic, Beth Moses. Mereka bertugas untuk mengevaluasi pengalaman penumpang dan kabin pesawat saat berada di ruang angkasa.

Saat itu, VSS Unity lepas landas dari Pelabuhan Udara dan Luar Angkasa Mojave California, dekat fasilitas The Spaceship Company yang merupakan anak perusahaan manufaktur Virgin Galactic.

Virgin Galactic juga dijadwalkan untuk tiga uji coba penerbangan ke luar angkasa lainnya.

Virgin Galactic merupakan perusahaan penerbangan yang didirikan hartawan Richard Branson. Ia juga memiliki 33 persen saham di Virgin Galactic. 

Branson sejak lama bersaing dengan Blue Origin, Amazon.com, dan SpaceX untuk membawa wisatawan ke luar angkasa.

Lebih dari 600 orang dari 58 negara telah melakukan pembayaran dan harus menunggu lebih dari 10 tahun untuk merasakan sensasi berada di luar angkasa.

Tiket perjalanan ke ruang angkasa dari perusahaan milik Richard Branson dibandrol dengan harga US$250 juta atau sekitar Rp3,5 miliar.

(din/vws)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar