Tren Peretasan Bergeser, Incar Infrastruktur Penting

Jakarta, TechOPet —

Serangan siber dilaporkan mengalami peningkatan tajam dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi itu juga dibarengi dengan pergeseran target.

Peretas dilaporkan mulai menargetkan infrastruktur penting dan operasi bisnis yang membuat serangan lebih menguntungkan bagi pelaku jahat dan lebih menghancurkan bagi korban.

Melansir TechOPet, banyak orang menganggap serangan siber hanya sebagai upaya peretas untuk mencuri data sensitif atau uang secara online. Sekarang, peretas telah menemukan penghasil uang yang signifikan karena menargetkan infrastruktur fisik.



Serangan-serangan itu dinilai berpotensi memicu “kekacauan” dalam kehidupan masyarakat, yang menyebabkan kekurangan produk, harga yang lebih tinggi, dan banyak lagi. Semakin besar gangguan, semakin besar kemungkinan perusahaan akan membayar untuk meringankannya.

“Jika Anda seorang aktor ransomware, tujuan Anda adalah menimbulkan sebanyak mungkin rasa sakit untuk memaksa perusahaan-perusahaan ini membayar Anda,” kata wakil presiden analis untuk keamanan dan manajemen risiko Gartner, Katell Thielemann.

Perusahaan keamanan siber Check Point Software melihat peningkatan 102 persen dalam serangan ransomware dibandingkan dengan awal tahun lalu. Ransomware adalah seperangkat alat yang memungkinkan peretas mendapatkan akses ke sistem komputer dan mengganggu atau menguncinya hingga mereka dibayar.

Departemen Kehakiman AS bahkan sampai membentuk satuan tugas ransomware setelah menyatakan tahun 2020 sebagai “tahun terburuk” untuk serangan siber terkait pemerasan.

Pemerintah AS juga meningkatkan upaya untuk mengatasi ancaman ransomware, tetapi para ahli memperingatkan bahwa tanpa kerja sama dan investasi yang signifikan dari sektor swasta, serangan ini kemungkinan akan tetap ada.

Beberapa serangan ransomware baru-baru ini berasal dari Rusia, menurut pejabat AS. FBI juga mengaitkan serangan terhadap produsen daging JBS dengan kelompok penjahat dunia maya yang berbasis di Rusia bernama REvil, yang juga mencoba memeras pemasok Apple, Quanta Computer awal tahun ini.

REvil mirip dengan DarkSide , kelompok yang dikatakan pejabat AS berada di balik serangan ransomware yang mematikan Colonial Pipeline (jaringan pipa gas) bulan lalu.


Peretasan Menyerang Bisnis Penting

BACA HALAMAN BERIKUTNYA


Bagikan

Tinggalkan komentar