Stok Vaksin Menipis, Bagaimana Siasat Pemerintah? |TechOPet Online

Pemerintah akan memaksimalkan kapasitas produksi yang dimiliki PT Bio Farma.

TechOPet.com, JAKARTA — Pasokan vaksin Covid-19 di Indonesia disebut semakin menipis. Jumlah dosis vaksin yang tersedia tidak sesuai dengan target vaksinasi yang dikejar pemerintah. 

Padahal, Presiden Jokowi menargetkan, sebanyak 70 juta penduduk sudah divaksinasi pada Juli 2021. Sementara, sampai hari ini, Indonesia baru menerima 59,5 juta dosis bulk vaksin Sinovac dari China. Angka ini di luar vaksin AstraZeneca yang diterima Indonesia. 

Merespons kondisi ini, pemerintah berupaya mengoptimalkan produksi vaksin dari bahan baku atau bulk yang dilakukan oleh PT Bio Farma. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, pemerintah juga terus mendukung pengembangan vaksin di dalam negeri, selama memenuhi kaidah keilmuan dan etis kesehatan. 

“Pemerintah akan memaksimalkan kapasitas produksi yang dimiliki PT Bio Farma sehingga mampu memenuhi target vaksinasi yang ditetapkan. Selain itu, pemerintah sudah menerima 6 juta bulk vaksin sinovac pada Ahad (18/4) yang diharapkan dapat meningkatkan produksi vaksin Covid-19 di Indonesia,” kata Wiku dalam keterangan pers, Selasa (20/4). 

Untuk mengejar target vaksinasi serta mengurangi risiko kematian akibat Covid-19, pemerintah memprioritaskan vaksinasi terhadap warga lanjut usia (lansia). Prioritas vaksinasi terhadap lansia juga untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas warga di masa Ramadhan dan menjelang Lebaran, demi mengunjungi orang tua atau kerabat yang lebih tua. 

Indonesia sendiri sudah meneken kesepakatan pengadaan vaksin dengan Sinovac sebanyak 140 juta dosis sepanjang 2021 ini. Dari pasokan bulk yang sudah masuk ke Indonesia, PT Bio Farma ditargetkan bisa memproduksi sedikitnya 20 juta dosis vaksin jadi hingga akhir Mei 2021. 

 

Bagikan

Tinggalkan komentar