Soal Kerumunan di Tanah Abang dan Mudik? Ini Kata Satgas |TechOPet Online

Kerumunan di Pasar Tanah Abang dan masyarakat yang mulai mudik sudah ditangani pemda.

TechOPet.com, JAKARTA — Kerumunan terjadi di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, hingga masyarakat yang mulai mudik terjadi dalam beberapa hari ini. Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 mengatakan, masalah ini ditangani oleh pemerintah daerah (pemda) dan Satgas di daerah.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, berbelanja tanpa menerapkan protokol kesehatan sangat berpotensi mengakibatkan terjadinya klaster atau terjadinya peningkatan kasus. “Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah membuat peraturan baru terkait operasional Pasar Tanah Abang. Itu otoritas masing-masing pemerintah daerah,” ujarnya saat dihubungi TechOPet, Senin (3/5).

Ia menambahkan, Pemprov DKI juga telah menambah personel TNI-Polri di Pasar Tanah Abang mengawasi kedatangan pengunjung. Selain itu, dia melanjutkan, Satgas daerah juga melakukan pengaturan masalah ini untuk mencegah terjadinya kerumunan serupa bahkan lebih besar menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021.

Terkait pengaturan masalah mudik yang mulai banyak dilakukan, Wiku menyebutkan itu dilakukan oleh Satgas daerah. “Namun, kiblat kebijakan dari kebijakan pemerintah pusat, satu narasi,” katanya.

Terkait aturan mudik, Wiku mengatakan, pemerintah melalui Satgas Covid-19 sudah membuat adendum SE nomor 13 tahun 2021. Jadi, dia melanjutkan, Pemda dan Satgas Daerah bisa mengacu ke aturan tersebut. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, jumlah pengunjung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat meningkat. Jumlah pengunjung Ahad (2/5) hari ini lebih banyak dari sehari sebelumnya, yakni mencapai 100 ribu orang.

“Hari Sabtu terjadi lonjakan jumlah pengunjung yang sebelumnya 35 ribu jadi 87 ribu. Dan hari ini data sementara diperkirakan sekitar 100 ribu pengunjung,” kata Anies di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Ahad (2/5).

Mudik juga diprediksi akan dilakukan jutaan orang. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut berdasar hasil survei ada bahwa sebanyak 7 persen atau sekitar 18,9 juta orang masih akan tetap mudik meski telah dilarang pada 6-17 Mei 2021. Daerah tujuan mudik paling tinggi, yakni Jawa Tengah.

“Ini adalah hasil dari survei sekali lagi untuk menekankan pentingnya pengendalian, karena masih ada 7 persen dari anggota masyarakat kita yang akan melakukan mudik di masa pelarangan mudik itu jumlahnya sekitar 18,9 juta orang,” kata Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati dalam Rakor Satgas Penanganan Covid-19 Nasional secara virtual, Ahad (2/5).

Bagikan

Tinggalkan komentar