Sederet Fakta Varian Lambda

Jakarta, TechOPet —

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan varian Covid-19 C.37 atau Lambda sebagai Variant of Interest (varian paling dipantau) usai ditemukan di sejumlah negara.

Sebelumnya ada empat virus yang paling dipantau WHO, yaitu Alpha, Beta, Gamma dan Delta. Berikut sederet fakta mengenai varian tersebut.

1. Ditemukan di Peru Agustus 2020

Varian Lambda ditemukan di Peru pada bulan Agustus tahun lalu. Varian itu disebut telah menyumbang 82 persen kasus baru di negara tersebut. Satu dari tiga kasus yang terkonfirmasi di Chili merupakan varian C.37.



Ahli virologi di Universitas Cayetano Heredia Lima, Pablo Tsukayama telah melacak evolusi varian Lambda di Peru selama berbulan-bulan setelah mengidentifikasi melalui pengujian genom.

“Pada akhir Maret, itu merupakan setengah dari semua sampel yang diambil di Lima. Sekarang, tiga bulan kemudian, kami melihat lebih dari 80 persen dari infeksi secara nasional. Lambda telah menjadi varian dominan di Peru dalam waktu yang sangat singkat, ” ujar Tsukayama, seperti dikutip Deutsche Welle pada Senin (28/6).

2. Varian lambda terdeteksi di 29 negara

Varian yang pertama kali teridentifikasi di Peru itu telah terdeteksi di 29 negara. Dari jumlah itu, tujuh di antaranya di Amerika Latin seperti Argentina, Brasil, Kolombia, Ekuador, Meksiko dan Chili.

Di Chili 32 persen kasus varian Lambda terdeteksi dalam 60 hari terakhir.

Amerika Latin bisa menjadi episentrum baru varian virus corona, karena sistem perawatan kesehatan yang nyaris kolaps, populasi yang melakukan pekerjaan tidak tetap tanpa punya kesempatan untuk tindakan pencegahan keselamatan, serta kurangnya vaksin menjadi kombinasi yang sempurna untuk varian lambda berkembang biak.

Tsukayama mengatakan sangat mungkin varian baru akan muncul selama gelombang ketiga antara Juli dan September. Mereka mungkin tidak lebih mematikan tetapi pasti akan lebih menular.

3. Varian paling dipantau WHO

WHO telah memasukkan varian Lambda dalam kategori VOI atau varian yang paling dipantau. Badan kesehatan itu mengklasifikasikan varian Lambda sebagai VOI pada 17 Juni lalu.

4. Mutasi Lambda meningkatkan penularan versi WHO

Menurut laporan WHO mutasi varian Lambda dapat meningkatkan penularan.

Senada dengan WHO, Tsukayama mengatakan varian ini lebih cepat menyebar daripada strain yang dianggap lebih berbahaya. bahkan mengalahkan gamma yang telah merajalela di Brasil.

Ia juga menekankan varian Lambda lebih mudah menular dan menyebar begitu cepat di Peru.

“Dengan 187 ribu kematian dan tingkat kematian tertinggi di dunia, kami adalah negara yang paling berjuang dalam hal virus corona. Oleh karena itu, mungkin tidak heran bahwa varian baru telah dimulai di sini,” tuturnya.

5. Lambda tahan terhadap antibodi

Varian ini juga diduga memperkuat ketahanan virus terhadap antibodi, kata WHO dalam laporannya, demikian dikutip dari Indiatvnews.com.

Namun, data yang ada saat ini masih belum cukup dijadikan bukti. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami varian Lambda dengan lebih baik.

(isa/mik)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar