Penjelajah China Diperkirakan Tiba di Mars Akhir Pekan Ini

Jakarta, TechOPet —

China akan segera bergabung dengan Amerika Serikat sebagai negara kedua yang mendarat dan mengoperasikan penjelajah di Mars.

Pesawat luar angkasa Tianwen-1 Mars Beijing diperkirakan akan mendarat di Planet Merah dalam beberapa hari mendatang, paling cepat Sabtu (15/5) pagi (Jumat malam waktu Timur), menurut badan antariksa China. Jendela pendaratan diperpanjang hingga Rabu (19/5).

Tianwen-1 tak berawak, misi pertama China ke Mars, diluncurkan pada Juli 2020 dalam perjalanan 465 juta kilometer untuk mencapai planet tersebut. Pesawat ruang angkasa itu memasuki orbit Mars pada bulan Februari dan mengirim kembali foto pertama planet tersebut dari jarak lebih dari satu juta kilometer.

Wahana itu “akan mengorbit, mendarat dan melepaskan semua penjelajah pada percobaan pertama, dan mengoordinasikan pengamatan dengan pengorbit,” menurut tim ilmiah di balik Tianwen-1.

“Tidak ada misi planet yang pernah dilaksanakan dengan cara ini,” kata tim tersebut.

Tianwen-1 adalah salah satu dari tiga misi Mars internasional yang diluncurkan musim panas lalu, bersama dengan penjelajah Perseverance NASA, yang mendarat di Mars pada Februari, dan Hope Probe milik Uni Emirat Arab, yang memasuki orbit di sekitar Mars, juga pada Februari. Berbeda dengan misi AS dan China, penjelajag UEA tidak dimaksudkan untuk mendarat di Mars – cukup mempelajari planet tersebut dari orbit.

Ketiga misi diluncurkan sekitar waktu yang sama karena keselarasan antara Mars dan Bumi di sisi yang sama dari matahari, membuat perjalanan ke planet merah menjadi lebih efisien.

Tianwen-1, yang namanya berarti “Pencarian Kebenaran Surgawi”, berharap dapat mengumpulkan informasi penting tentang tanah Mars, struktur geologi, lingkungan dan atmosfer, dan untuk mencari tanda-tanda air.

Program luar angkasa China yang ambisius memicu berita utama akhir pekan lalu, ketika sebuah roket seberat 40 ribu pon yang tidak terkendali jatuh ke Samudra Hindia – memicu teguran dari NASA karena gagal “memenuhi standar tanggung jawab mengenai puing-puing ruang angkasa (nya).”

Roket Long March 5B telah meluncurkan bagian dari stasiun luar angkasa baru China ke orbit pada akhir April dan telah dibiarkan meluncur di luar angkasa tanpa kendali sampai gravitasi Bumi menariknya kembali.

(ard)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar