NASA Kritik Roket China yang Jatuh Dekat Maladewa

Jakarta, TechOPet —

Lembaga Antariksa Amerika Serikat, NASA, mengkritik insiden jatuhnya roket milik China. Sebagian besar puing-puing roket Long March 5B disebut jatuh di atas Samudera Hindia, dekat Maladewa, pada Minggu (9/5).

Bagian inti roket masuk ke atmosfer Bumi pada pukul 10.24 pagi waktu Beijing dan diestimasi mendarat dengan koordinat 72,47 derajat bujur timur dan 2,65 derajat lintang utara.

Jatuhnya roket sekaligus mengakhiri spekulasi dimana dan kapan puing-puing akan menghantam Bumi. Pun demikian, NASA tetap menuding China National Space Administration (CNSA) tak transparan mengenai masuknya puing roket jatuh.



Padahal, itu menjadi kewajiban CNSA untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa dan kerusakan Bumi. “Jelas China gagal memenuhi standar atas tanggung jawab mengenai puing-puing ruang angkasa mereka,” ujar administrator NASA Bill Nelson.

“Sangat penting bagi China dan semua lembaga antariksa negara, serta entitas komersial untuk bertanggung jawab dan transparan memastikan keselamatan, keamanan dan keberlanjutan aktivitas luar angkasa,” lanjutnya.

Pengamat luar angkasa di seluruh dunia telah mengantisipasi kedatangan roket luar angkasa Long March 5B sejak dikabarkan puing roket tersebut akan masuk atmosfer Bumi dengan tidak terkendali.

Ini adalah salah satu bagian terbesar dari puing-puing ruang angkasa yang kembali ke Bumi. Insiden tersebut mendorong Gedung Putih menyerukan ‘perilaku ruang angkasa yang bertanggung jawab’.

Kegagalan China dalam memberikan jaminan atas keamanan sampah antariksa kepada publik dinilai memicu kecemasan berbagai pihak.

Selama penerbangan roket, astrofisikawan yang berbasis di Harvard, Jonathan McDowell, mengatakan kepada Reuters bahwa zona puing potensial bisa jatuh di utara New York, Madrid atau Beijing dan sejauh selatan Chili, termasuk Wellington, Selandia Baru.

Dikutip Nikkei Asia, Long March merupakan roket yang diluncurkan perdana pada Mei 2020. Puing-puing dari Long March 5B pertama jatuh di wilayah Pantai Gading, merusak beberapa bangunan. Pun begitu, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

(can/bir)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar