Musim Kawin, Miliaran Jangkrik Serbu Sebagian Wilayah AS

Jakarta, TechOPet —

Miliaran jangkrik ‘Brood X’ merayap keluar dan menyerbu di sebagian besar wilayah Timur dan Barat Tengah seperti Georgia, New York, Illinois, Indiana hingga Midwest Amerika Serikat (AS).

Mengutip TechOPet, jangkrik ini telah berada di bawah tanah selama 17 tahun. Jangkrik tersebut terakhir keluar tahun 2004 silam setelah membuat terowongan dan mencari makan di bawah tanah.

Ketika mereka kembali ke atas tanah, tujuan jangkrik berikutnya adalah menemukan pasangan. Saat keluar miliaran jangkrik itu mengeluarkan suara yang berdengung keras. Menurut para ahli dengungan itu adalah lagu kawin yang dipancarkan oleh serangga jantan, melenturkan organ mirip drum yang disebut tymbal.



Bahkan di Washington, jangkrik juga tampak keluar secara massal dan memenuhi pohon dan semak dengan bekas cangkangnya.

Masa hidup jangkrik sebagian besar dihabiskan sekitar 30 sampai 60 cm di bawah tanah untuk menghindari sinar matahari. Sehari-harinya mereka memakan getah dari akar pohon.

Saat muncul ke permukaan tanah, mereka merayap dan memanjat pohon. Lalu melepaskan diri dari kerangka luar mereka, baru kemudian mengembangkan sayap.
Setelah itu, jangkrik butuh beberapa hari untuk istirahat, sambil menunggu cangkang baru mengeras.

Mengutip Anadolu, ada tiga spesies jangkrik Brood X atau Great Eastern Brood. Mereka adalah Magicicada septendecim, Magicicada cassini, dan Magicicada septendecula.

Siklus berikutnya adalah musim kawin yang berlangsung 3-4 minggu, di mana jangkrik pejantan akan mengerik bernada tinggi untuk menarik jangkrik betina. Setelah itu, jangkrik betina bertelur, dan nimfa atau jangkrik muda yang baru menetas akan merayap ke bawah tanah untuk bersembunyi selama 17 tahun.

Sebagian jangkrik memiliki siklus 13 tahun, tetapi jangkrik Brood X mampu memiliki siklus hingga 17 tahun. Berapa jumlah jangkrik Brood X? Perkiraannya cukup bervariasi, tetapi secara luas diyakini jumlahnya mencapai triliunan.

Namun beberapa warga di AS mengeluhkan kemunculan triliunan jangkrik itu mengganggu kebun buah dan lahan petani.

(dal/DAL)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar