Momen Terakhir Saksikan Pink Supermoon Malam Ini

Jakarta, TechOPet —

Fenomena Bulan Purnama yang dinamakan Pink Supermoon masih bisa disaksikan untuk terakhir kali malam ini.

Pasalnya Pink Supermoon ini hanya bisa disaksikan dua hari pada 26 dan 27 April 2021.

Apa itu Supermoon?

Tak semua Bulan Purnama disebut Supermoon. Hanya Bulan yang ada di posisi terdekat dengan Bumi yang akan dinamai Supermoon. Sebab, ukuran bulan akan tampak lebih besar dari bulan purnama rata-rata karena kebetulan berada di dekat titik terdekat orbitnya ke Bumi.



Istilah Supermoon diciptakan oleh astrolog Richar Nolle pada tahun 1979, terjadi ketika bulan purnama baru atau bulan baru berada pada titik terdekatnya dengan Bumi. Hal ini membuat Bulan terlihat jauh lebih besar dan lebih cerah.

Orbit Bulan dari Bumi berjarak 357.615 kilometer pada bulan April. Meski demikian, fenomena Supermoon penuh yang lebih dekat diprediksi akan terjadi pada 26 Mei 2021.

Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA menyatakan bahwa Bulan akan tampak penuh selama sekitar tiga malam.

Kenapa dinamakan Pink Supermoon?

Supermoon atau bulan purnama April disebut merupakan Bulan Merah Muda. Secara keseluruhan, Bulan purnama April ini memiliki posisi bulan terdekat kedua selama setahun.

The Old Farmer’s Almanac menyatakan bahwa orang yang ingin melihat fenomena itu harus berada pada lokasi yang baik dan mencari area terbuka untuk menyaksikan fenomena bulan akan tampak terbesar dan berwarna keemasan, seperti dikutip The Guardian

Cara saksikan Pink Supermoon

Melansir EarthSky, mengamati Pink Supermoon dapat dilakukan dengan mudah dan dapat disaksikan di seluruh dunia. Sebab, Bulan bisa dilihat di berbagai belahan dunia jika cuaca cerah. 

Di setiap malam dari 26 dan 27 April, sekitar 98 persen permukaan Bulan akan nampak lebih terang dari Bumi.

Berdasarkan data Meteo Cast, di Jakarta bulan mulai terbit pada 18:06 WIB dan terbenam 05:47. Jadi, pengamat bisa mulai melihat Bulan Purnama Pink ini pada jam tersebut.

Pengamatan bisa dilakukan dengan mata telanjang sebab cahaya Bulan tidak terlalu terang sehingga tak berbahaya untuk mata. Selain itu, jaraknya pun lebih dekat dengan Bumi dari benda angkasa lain, sehingga tak sulit untuk diamati. Penghalang pengamatan hanya jika langit terhalang awan.

(eks)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar