Miliarder Richard Branson Salip Bezos Duluan ke Antariksa

Jakarta, TechOPet —

Miliarder asal Inggris Richard Branson bakal menyusul Jeff Bezos terbang duluan ke antariksa pada 11 Juli mendatang.

Dengan pengumuman pada Kamis (1/7), Branson akan jadi miliuner pertama yang terbang ke luar angkasa.

Branson akan terbang dengan perusahaan penerbangan antariksa komersial miliknya, Virgin Galactic. Pria berusia 70 tahun ini akan meluncur dengan pesawat yang dilengkapi pendorong roket sembilan hari sebelum Bezos meluncur ke orbit Bumi pada 20 Juli.



Virgin Galactic berencana untuk menerbangkan wisatawan antariksa sejak tahun lalu. Namun, hal ini tertunda akibat sejumlah kesulitan, termasuk kecelakaan pada 2014 yang mengakibatkan seorang co-pilot tewas.

Sejak awal 2000-an, dua miliuner Branson dan Bezos bersaing untuk mengembangkan, menguji, dan meluncurkan roket suborbital yang dapat membawa para turis kaya pencari petualangan untuk terbang lewat perjalanan singkat ke orbit Bumi.

Meski demikian, Branson selalu mengaku tak tertarik dengan persaingan untuk “berlomba” ke luar angkasa.

“Orang-orang telah mengubahnya menjadi perlombaan,” katanya dalam wawancara dengan TechOPet baru-baru ini.

“Akan sangat berbahaya untuk menyebutnya menjadi balapan. Dan ketika kami memiliki setiap kotak yang dicentang, saya akan naik dan kemudian kami akan mengundang beberapa orang yang telah mendaftar untuk pergi bersama kami – tetapi kami sejujurnya tidak melihatnya sebagai balapan.”

Pada Juni, Blue Origin mengumumkan Bezos akan terbang bersama saudaranya, Mark Bezos. Selain itu, mereka juga mengundang seorang tamu kehormatan lain dalam penerbangan itu. Namun, saat itu mereka masih merahasiakan nama penumpang ketiga dalam perjalanan itu.

Belakangan Blue Origin mengungkap siapa tamu kehormatan yang akan ikut terbang dengan kakak-beradik ini adalah Wally Funk, seorang wanita berusia 82 tahun. Funk telah memenangkan lelang dengan membayar lebih dari US$82 juta untuk ikut penerbangan bersama Bezos bersaudara.

Tiba-tiba Virgin Galactic menyela serangkaian pengumuman Blue Origin dengan menyerukan kalau Branson akan ikut di penerbangan berikutnya Virgin Galactic dari New Mexico.

Padahal sebelumnya perusahaan merencanakan untuk melakukan uji terbang dengan empat orang spesialis terlebih dulu sebelum memperbolehkan Branson ikut terbang.

Virgin Galactic mengatakan dalam penerbangan itu Branson akan ditemani dengan Beth Moses, kepala pelatihan perusahaan yang telah terbang pada penerbangan uji sebelumnya, dan dua karyawan Virgin Galactic Colin Bennett dan Sirisha Bandla, seperti dilaporkan TechOPet

Nama CEO SpaceX Elon Musk juga sering disebut dalam “perlombaan luar angkasa” para miliader ini. Tetapi roket yang dibuat SpaceX jauh lebih kuat daripada roket pariwisata suborbital yang dibangun oleh Branson dan Bezos.

Selain itu, Musk tidak banyak bicara tentang ambisi ruang pribadinya di luar itu selain “ingin mati di Mars.”

(eks/eks)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar