Menteri Johnny Blak-blakan Soal Putusnya Internet Papua

Jakarta, TechOPet —

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI membeberkan putusnya layanan internet di sejumlah wilayah Papua, yang terjadi sejak 30 April. Putusnya layanan internet lebih dari satu bulan itu dikatakan karena faktor alam.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan penyebabnya yakni putusnya kabel fiber optik bawah laut ruas Biak-Jayapura pada kedalaman 4.000 meter di bawah permukaan laut.

“Gangguan ini dari hasil pengamatan kami diakibatkan karena faktor alam,” ujar Johhny secara virtual, Senin (7/6).



“Potensi itu tinggi sekali karena wilayah ini berkaitan dengan aktivitas vulkanik,” tuturnya.Di samping itu ia menduga faktor alam yang terjadi itu merupakan akibat adanya panas dari aktivitas vulkanik bawah laut. Hal itu, kata dia, mengakibatkan suhu tinggi yang bisa memutus kabel.

Ia menuturkan hal ini bukan yang pertama terjadi. Sebelumnya gangguan jaringan internet menggunakan jaringan kabel bawah laut itu pernah putus sebanyak 5 kali. Penyebabnya karena faktor alam dan penangkapan ikan.

Putusnya kabel laut itu berdampak pada total traffic yang hilang sepertiga, sekitar 154 GBPS, dari total traffic di Papua sebesar 464 GBPS.

“Area terdampak gangguan itu pada empat titik, Jayapura, Abepura, Sentani dan Sarmi, bukan di seluruh Papua,” pungkasnya.

Lebih lanjut Johhny berharap penyelesaian masalah ini dapat dilakukan secepatnya. Meski demikian PT Telkom mengatakan pemulihan jaringan itu kembali terganggu gangguan cuaca di atas permukaan kabel.

“Kami harap ini bisa selesai, satu minggu bisa selesai, setidaknya di bulan ini pemulihan operasi ke kapasitas semula bisa dilakukan,” katanya.

Sejumlah wilayah di Papua dilaporkan tidak bisa mengakses layanan internet pada Jumat (30/4) malam. Gangguan itu terjadi pasca putusnya sistem komunikasi kabel laut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak-Jayapura di dasar laut, 280 km dari Biak dan 360 km dari Jayapura.

Kepala Telkom Papua Sugeng Widodo mengatakan waktu perbaikan bakal memakan waktu cukup lama, yakni bisa sekitar satu bulan. Untuk sementara layanan telepon seluler di Jayapura dan Sarmi hanya bisa untuk telepon dan SMS saja.

“Untuk sementara hanya bisa telepon dan SMS saja,” ujarnya.

(can/fea)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar