Mengenal Varian Virus Delta dan Kappa yang Ditemukan di DKI

Jakarta, TechOPet —

Mutasi virus corona SARS-CoV-2 varian kappa disebut sudah terdeteksi di DKI Jakarta. Terdapat fakta varian yang berasal dari strain yang sama dengan delta, berkode B.617.

Temuan varian delta dan kappa di DKI Jakarta disampaikan Anies Baswedan dalam rapat koordinasi rencana penerapan PPKM Mikro darurat bersama Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Selasa (29/6).

Pada slide paparan yang diterima TechOPet.com, Anies mengungkap, dari 128 variant of concern atau mutasi baru corona telah terdeteksi dan ditemukan di ibu kota, satu kasus di antaranya merupakan varian Kappa. Berikut fakta virus corona varian delta dan kappa:



Dampak virus varian kappa

Varian Delta dan Kappa juga dilaporkan telah melonjak di beberapa negara, salah satunya di Italia. Dilaporkan terdapat hampir 17 persen temuan kedua mutasi itu, dari total kasus Covid-19.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menjelaskan di Melbourne, varian Kappa disebut lebih mudah menyebar dan menginfeksi.

Dampak varian tersebut bahkan dianggap menyerupai campak, dan bisa masuk dalam tubuh manusia dengan hanya berpapasan.

Varian kappa atau B.1.617.1, adalah turunan dari varian Delta yang awalnya terdeteksi di India. Itulah sebabnya varian ini juga disebut “mutan ganda”. Sedangkan Delta dianggap sebagai variant of concern (VoC) oleh WHO.

Mengutip news18, WHO menemukan varian B.1.617 (varian delta) menjadi tiga garis keturunan (B.1.617.1/kappa, B.1.617.2 dan B.1.617.3).

Berbeda dengan Delta, kata Dicky, varian kappa tidak masuk dalam Variant of Concern (VOC) atau varian yang menjadi perhatian Badan Kesehatan Dunia (WHO). Kappa masih dikelompokkan Variants of Interest (VoI) dan pertama ditemukan di India pada April lalu.

Penyebaran virus varian kappa makin tinggi

Kasus varian kappa dan kelta dilaporkan naik dari 4,2 persen pada Mei menjadi 16,8 persen pada Juni di Italia. Hal itu berdasarkan data yang diambil pada 21 Juni di negara tersebut.

“Pemantauan epidemiologi kami menunjukkan gambaran yang berkembang pesat yang menegaskan bahwa juga di negara kami, seperti di seluruh Eropa, varian virus Delta menjadi dominan,” ujar Anna Teresa Palamara, direktur Departemen Penyakit Menular Institut Kesehatan Nasional ISS.

Sejak ditemukan April lalu, tingkat penyebaran corona varian Kappa hampir serupa dengan Delta. Namun, dampak varian tersebut saat ini masih terus diteliti.

Sementara itu, lembaga kesehatan itu menyebut varian virus corona Alpha yang terdeteksi di Inggris pada tahun 2020, tetap menjadi yang paling luas di Italia, mewakili 74,9 persen kasus.

Dikutip Reuters, Italia telah mencatat 127.380 kematian sejak virus itu muncul pada Februari tahun lalu. Hal itu membuat Italia menjadi negara dengan jumlah korban tertinggi kedua di Eropa.

Infografis - Nama-nama baru varian virus CoronaInfografis – Nama-nama baru varian virus Corona. (Foto: TechOPet/Fajrian)

(mik/mik)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar