Mengenal SIM Negara Sunda Nusantara, Berlaku Seumur Hidup

Jakarta, TechOPet —

Seorang pengemudi Mitsubishi Pajero Sport dengan pelat nomor biru tulisan putih SN 45 RSD diberhentikan polisi saat melintas di Tol Cawang pada Rabu (5/5). Saat diminta dokumen, pengemudi malah mengeluarkan STNK serta SIM yang diterbitkan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara.

Berdasarkan foto yang beredar di media sosial, foto SIM itu tidak seperti kartu yang diterbitkan Polri. Dokumen ini bertuliskan Surat Kelayakan Mengemudi (SKM).



Informasi yang ditulis pada SKM mirip SIM buatan Polri. Terdapat berbagai keterangan nomor SKM, nama, tanggal lahir, jenis kelamin, dan alamat pemilik. Pada kartu ini juga ditampilkan foto pemilik SKM, namun tidak ada keterangan jenis pekerjaan pemilik.

Pada SKM tertulis Negara Kekaisaran Sunda Nusantara Majelis Agung Sunda Archipelago Sekretaris Jenderal Agung MASA Menteri Senior Ekonomi dan Keuangan sebagai pihak penerbit.

SKM ini tertera berlaku seumur hidup dan internasional. Hal ini berbeda dari SIM di Indonesia yang berlaku lima tahun, dapat diperpanjang, dan hanya bisa digunakan di Indonesia.

Polri mengeluarkan SIM Internasional khusus untuk warga negara yang ingin mengemudikan kendaraan di luar negeri.

Berikutnya nama pemilik SKM ini tertulis Rusdi Karepesina. Nama ini juga tertera di bagian bawah sebagai orang yang menandatangani pengesahan SKM berikut titel Jenderal Pertama TKSN/Imperial Army of Sunda Archipelago, dan atas nama Menteri Senior Ekonomi dan Keuangan Staff Khusus Bidang Transportasi Sekjend Agung MASA.

SKM ini diterbitkan pada 2 Januari 2019.

Berdasarkan keterangan Kasat PJR Polda Metro Jaya Komisaris Akmal, pengemudi mobil dan satu penumpang mengaku sebagai warga Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. Pengemudi ditilang karena tidak bisa menunjukkan dokumen STNK dan SIM yang sah.

Pengemudi, penumpang, dan unit Pajero Sport juga sudah diamankan ke kantor kepolisian untuk ditindak lebih lanjut.

STNK yang diberikan pengemudi juga tertulis diterbitkan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara, fotonya telah beredar pula di dunia maya. STNK ini ditandatangani oleh Menteri Senior Ekonomi dan Keuangan Ahmad Fauzi, terdapat titel Jendral Pertama TKSN/Imperial Army of Sunda Archipelago, dan keterangan Cipasundan, GPPS, 21 Februari 2020.

(ryh/fea)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar