Kementerian PUPR Bangun Rusun ASN di Citeureup Bogor |TechOPet Online

Rumah susun ASN PUPR setinggi delapan lantai dengan kapasitas 92 unit.

TechOPet.com, JAKARTA — Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun rumah susun (rusun) untuk para aparatur sipil negara (ASN) Kementerian PUPR di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar).

“Masih banyak ASN Kementerian PUPR yang belum memiliki hunian yang layak. Kami berharap para ASN PUPR nantinya bisa menempati hunian vertikal ini dengan baik,” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (20/4).

Dia memaparkan, rusun ASN PUPR tersebut nantinya dibangun setinggi delapan lantai dengan kapasitas hunian sebanyak 92 unit dengan nilai kontrak pembangunan Rp 56,74 miliar. Menurut Khalawi, pihaknya ingin memanfaatkan sejumlah aset lahan milii Kementerian PUPR untuk lokasi pembangunan rusun tersebut.

Dengan demikian, menurut dia, nantinya para ASN juga bisa lebih dekat dengan lokasi kantor tempatnya bekerja sehari-hari. Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jabar, Ditto Ferakhim menerangkan, saat ini tingkat kemajuan pelaksanaan pembangunan fisik rusun itu telah memasuki tahap pengecoran akhir atap atau topping off.

Pembangunan rusun ASN PUPR di Citeureup dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jabar Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa III. Lokasi pembangunan rusun, tepatnya di Jalan Pahlawan, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, di kawasan Kantor Balai Jasa Konstruksi.

Kontraktor pembangunan rusun adalah PT Gariand Niagatama dengan manajemen konstruksi PT Yodya Karya (Persero). Pembangunan rusun dilaksanakan mulai 22 Juli 2020 dan berakhir 30 Agustus 2021.

“Nilai kontrak pembangunan rusun ASN PUPR ini senilai Rp5 7,2 miliar. Rusun ASN PUPR ini dibangun setinggi delapan lantai dengan jumlah unit hunian sebanyak 92 unit tipe 45. Dari 92 unit tersebut sebanyak dua unit nantinya diperuntukkan untuk pegawai difabel,” ujar Ditto.

Bagikan

Tinggalkan komentar