Kalung Eucalyptus Tangkal Corona Terus Diteliti, Gandeng UI

Jakarta, TechOPet —

Kepala Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian(Kementan) Fadjry Djufry mengatakan pihaknya masih terus menyempurnakan penelitian terkait eucalyptus atau kayu putih sebagai obat pencegahan dan penanggulangan wabah virus corona (Covid-19).

Fadjry mengatakan tahun ini, Balitbang Kementan juga akan berkoordinasi langsung terkait penelitian atau riset kayu putih sebagai penangkal Covid-19 dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

“Penelitian ini belum selesai dan akan terus lanjutkan. Tahun ini rencana akan koordinasi dengan UI dan tidak lupa UNHAS,” kata Fadjry secara virtual, pada Rabu (5/5).

Eucalyptus sebelumnya sempat heboh setelah klaim Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa minyak kayu putih ampuh dalam membasmi corona. Produk karya Balitbang yang terdiri dari roll, inhealer, dan kalung kayu putih anti-Covid-19 itu lantas ramai dibicarakan sejak Mei 2020.

Akui klaim Mentan Syahrul Yasin Limpo masih belum tuntas diteliti

Fadjry mengakui awal mula kemunculan produk kayu putih Balitbang itu ke permukaan, memang belum didukung banyak penelitian. Riset yang dilakukan masih sebatas uji laboratorium.

Objek yang diuji juga belum kepada virus corona saat ini melainkan koleksi sejenis dari sejak 1991. Ia mengatakan ada empat jenis, yakni Alpa Corona, Beta Corona, Delta Corona, dan Gama Corona. Sedangkan virus yang beredar saat ini masih ke golongan Beta.



“Ya saat itu kami belum lalukan uji langsung pada SARS-CoV-2, karena saat itu masih takut. Jadi uji hanya ke corona yang kami punya,” ungkapnya.

Kendati demikian, saat itu pihaknya mengaku percaya diri sebab kayu putih pada dasarnya bukan barang baru di kalangan masyarakat.

“Eucalyptus itu sudah lazim digunakan masyarakat dan kami memberanikan diri menyampaikan bahwa ada potensi paling tidak untuk terapi pencegahan. Dan waktu berlalu saat itu akibat pro kontra karena kami ya belum uji terhadap hewan dan uji klinis,” katanya.

Lantas setahun berlalu, ia mengatakan pengujian kayu putih terhadap Covid-19 sudah dilakukan semakin dalam, termasuk uji coba terhadap hewan.

“Jadi saya tetap berikan semangat terhadap tim peneliti jadi jerih payah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Nurma Hidayati tetap mendukung upaya Balitbang Kementan yang secara masif melakukan penelitian herbal selama setahun.

Nurma lantas berharap agar Kementan tidak berhenti melalukan penelitian agar mendapat hasil maksimal mengenai efektifitas penggunaan kayu putih terhadap penanggulangan corona.

“Jadi sudah satu tahun dan penelitian akan dilakukan untuk memastikan suatu klaim agar bisa meyakinkan bagi kami untuk memastikan manfaat agar bisa dipakai secara luas,” kata Nurma.

Sebelumnya, Mentan Syahrul Yasin Limpo menyebut ia sejatinya ia tak berniat mempublikasikan temuan Balitbangtan soal Kalung Eucalyptus yang masih prematur tersebut.

Diskusi soal kalung mengemuka pada 3 Juli 2020. Sebuah pertanyaan yang dilayangkan awak media terkait kalung yang dikenakannya menjadi awal kenapa kemudian temuan itu bisa ramai.

Tak hanya mendapat cercaan dari masyarakat akibat klaim awal kalung antivirus corona tersebut, Syahrul pun mendapat kritikan dari anggota DPR. Banyak anggota dewan yang meragukan efektivitas kalung tersebut.

(ryh/DAL)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar