Fakta Varian Covid-19 Kappa di RI yang Disebut Lebih Menular

Jakarta, TechOPet —

Varian Kappa atau B.617.1 dilaporkan telah terdeteksi di beberapa wilayah di Indonesia. Varian baru dari Covid-19 itu diklaim lebih mudah menyebar dan menular. Berikut fakta-fakta mengenai strain turunan dari varian Delta.

Terdeteksi di DKI Jakarta dan Sumsel

Varian Kappa dilaporkan terdeteksi di DKI Jakarta dan Sumatera Selatan. Di DKI Jakarta temuan varian Delta dan Kappa disampaikan langsung oleh Gubernur Anies Baswedan. Ia menyebut, dari 128 kasus varian yang termasuk dalam variant of concern, satu diantaranya merupakan varian Kappa.

Sementara di Sumatera Selatan, satu kasus terdeteksi sebagai varian kapa menurut Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman. Namun, Eijkman tak menjelaskan lebih lanjut sejak kapan varian tersebut ditemukan, termasuk tingkat penyebarannya.



Lebih Mudah Menular

Epidemiolog asal Universitas Griffith Asustralia, Dicky Budiman mengatakan varian Kappa lebih mudah menyebar dan menginfeksi. Dampak varian ini bahkan menyerupai campak, dan bisa masuk ke tubuh hanya dengan berpapasan.

Meski demikian, varian Kappa tak termasuk dalam Variant of Concern (VOC), yang menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagaimana varian Delta.

Namun ia tergolong dalam Varian of Interest (VOI). Artinya varian Kappa terindikasi memiliki perubahan terkait sifat penularan, kepekaan alat tes, keparahan gejala, hingga kemampuan virus dalam menghindari imunitas sehingga perlu diteliti lebih jauh.

Tersebar di 27 Negara, 17 Persen Kasus Ditemukan di Italia

Menurut catatan, setidaknya sudah ada 27 negara yang mengidentifikasi keberadaan varian Kappa. Negara yang melaporkan varian Kappa di antaranya adalah Inggris, Amerika Serikat, Singapura, Kanada, dan Australia.

Varian Kappa dilaporkan itu melonjak hampir 17 persen di negara beribu kota Roma, dalam sebulan terakhir berdasarkan laporan Institut Kesehatan Tinggi (ISS).

“Kasus varian Kappa dan Delta naik dari 4,2 persen pada Mei menjadi 16,8 persen pada Juni”, ujar ISS sebagaimana dikutip Reuters pada (1/7).

Varian Kappa juga berkontribusi pada sebagian besar kasus Covid-19 di Victoria, negara bagian Australia. Varian itu kemungkinan masuk ke Victoria melalui seorang pria yang terinfeksi saat di karantina di hotel di Adelaide sebelum melakukan perjalanan ke negara bagian tersebut.

Pfizer dan AstraZeneca Klaim Efektif Lawan Kappa 

Vaksin COVID-19 yang dibuat oleh AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna diklaim telah terbukti efektif melawan varian virus corona Kappa.

Analisis dari Public Health England (PHE) mengklaim vaksin AstraZenecca dan Pfizer bisa sampai 90 persen mencegah kasus Covid-19 yang membutuhkan perawatan karena varian ini.

(nis/DAL)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar