Fakta Mutasi Baru Virus Corona India dan Afsel yang Masuk RI

Jakarta, TechOPet —

Dua mutasi baru virus corona (Covid-19) telah terdeteksi di Indonesia. Satu dikatakan berasal dari India, dan satunya lagi kasus varian virus corona B1351 asal Afrika Selatan.

Hal tersebut dibenarkan Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin dalam konferensi pers virtual yang digelar hari ini Senin (3/5).

Berikut sejumlah fakta mengenai mutasi baru corona di Indonesia.



Ditemukan di 2 Kota Berbeda

Masing-masing mutasi baru virus tersebut pertama ditemukan pada dua kota berbeda di Indonesia. Seperti mutasi dari India pertama terdeteksi di Jakarta, sementara mutasi asal Afrika Selatan ditemukan di Bali.

Varian India Masih Abu-abu

Menurut Budi kasus varian virus corona Afrika Selatan yang ditemukan di Bali merupakan B1351, sedangkan mutasi dari India masih belum dijelaskan.

Budi tak mengungkap jelas varian virus corona dari India yang dimaksud apakah B1617 atau B117, varian Inggris yang juga telah menyebar di wilayah India.

Sebelumnya, Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menduga varian virus corona (Covid-19) B1617 dari India dikenal bermuatan dua mutasi E484Q dan L452R.

B117 merupakan varian corona yang berasal dari Inggris. Sedangkan B1617 banyak disebut sebagai mutasi ganda atau mutasi ‘double’ yang dilaporkan berasal dari dari India dan kini sudah menyebar ke lebih dari 20 negara, termasuk ke Inggris.

6 Varian Telah Teridentifikasi

Sejauh ini sudah ada enam varian corona yang berhasil teridentifikasi di Indonesia, yakni varian D614G, B117, N439K, E484K, B1525, dan B1351. Khusus varian B117 kasusnya yang ditemukan sudah bertambah jadi 13 kasus.

Pada awal April Kemenkes mengumumkan temuan awal 10 kasus virus corona B117 di Indonesia. Temuan tersebut didapatkan secara berkala melalui metode Whole Genome Sequence (WGS).

Dua kasus di Jawa Barat merupakan hasil penelusuran kontak dari kasus pekerja migran di Karawang yang pulang dari Arab Saudi.

Jadi perhatian WHO

Varian baru yang menjadi mutasi virus corona tekah menjadi perhatian Badan Kesehatan Dunia (WHO) akibat tingkat penularannya yang dinilai masif dan cepat.

“Mutasi ini yang masuk sebagai varian of concern atau mutasi yang memang sangat diperhatikan oleh WHO, karena penularannya relatif lebih tinggi. Ini yang harus kita jaga,” kata Budi.

(ryh/mik)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar