Fakta Ilmiah Hajar Aswad yang Disucikan

Jakarta, TechOPet —

Pemerintah Arab Saudi merilis beberapa foto baru Hajar Aswad atau disebut Black Stone untuk pertama kalinya. Ada beberapa fakta ilmiah Hajar Aswad yang disucikan oleh umat muslim dunia.

Hajar Aswad menempel di Ka’bah memiliki diameter 30 sentimeter dan berada 1,5 meter dari permukaan tanah.

Hajar Aswad terpecah menjadi beberapa bagian dari kerusakan yang ada selama abad pertengahan. Potongan-potongan itu disatukan oleh bingkai perak yang diikat pada sebuah batu.



Meski sering digambarkan sebagai batu yang berasal dari meteorit, namun teori ini masih dalam pertimbangan.

Sejarawan sekuler menunjukkan bahwa batu itu merupakan sebuah meteorit. Namun banyak ahli geologi di seluruh dunia mencoba memastikan jenis dan sifat Hajar Aswad tetapi tidak menemukan hasil akhir karena batasan budaya dan agama.

Sifat ilmiah Hajar Aswad telah banyak diperdebatkan. Batu itu disebut sebagai batu basal, batu akik, sepotong batuan alam atau yang paling populer yakini meteorit berbatu.

Anthony Hampton dan tim ahli geologi dari Universitas Oxford mempelajari sampel lokal yang dikumpulkan dari emplasemen batu dan menemukan sejumlah iridium dan banyak pecahan kerucut.

Temuan geologi langka itu yang diketahui terbentuk di batuan dasar di bawah kawah tumbukan meteorit yang ditemukan oleh Paul Partsch, yang menerbitkan laporan komprehensif pertama tentang Black Stone pada 1857.

Pada tahun 1980, Elsebeth Thomsen dari Universitas Koopenhagen mengusulkan bahwa Hajar Aswad mungkin merupakan pecahan dari benturan meteorit yang terfragmentasi, yang jatuh sekitar 6.000 tahun yang lalu.

Di lokasi tersebut terdapat balok-balok kaca silika berwarna putih dan kuning serta cekungan berisi gas yang memungkinkannya mengapung di air yang sama seperti batu Hajar Aswad yang mengapung di air dan tidak menjadi panas dalam api.

Sebuah studi yang dilakukan oleh United States Geological Survey mengatakan bahwa Hajar Aswad mungkin adalah obsidian dari aliran lava yang umum di salah satu Harrat (ladang vulkanik) yang ditemukan pesisir Arab bagian barat.

Melansir Geology Page, meski begitu para ahli geologi hingga kini masih ragu untuk mengungkap kebenaran batu Hajar Aswad merupakan batu obsidian karena masih ada bukti ilmiah yang belum dapat dibuktikan.

Sementara itu, peneliti Robert S Dietz and John McHone dari Departemen Geology di Universitas Ilinois, Amerika Serikat mengatakan Hajar Aswad bukan berasal dari batuan meteorit tetapi merupakan batu akik yang merupakan salah satu mineral yang terbentuk di dalam bumi.

“Batu Hitam Ka’bah rupanya bukan meteorit, meskipun terdaftar sebagai contoh yang mungkin dalam Katalog Meteoritas Prior-Hey. Pita difusi dan kenampakan fisik lainnya menunjukkan bahwa itu adalah batu akik,” seperti dikutip dalam jurnal yang berjudul Kaba Stone; Not a Meteorite, Probably an Agate.

(can/mik)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar