Fakta Ikan Buntal, Buat Warga Sikka NTT Keracunan

Jakarta, TechOPet —

Sejumlah warga Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga keracunan usai mengonsumsi ikan buntal. Terdapat beberapa fakta ikan buntal yang kerap disebut beracun.

Ikan buntal merupakan ikan survivalist yang tumbuh subur di hampir setiap lingkungan perairan tropis. Dari ikan buntal air tawar hingga yang hidup di air asin Takifugu. Ikan ini menggunakan berbagai adaptasi untuk menjaga diri mereka agar aman dari pemangsa dan manusia.

Selain teknik mengembangkan badannya, ikan buntal juga dapat menyerang dengan gigi atau meracuni musuh dengan racun yang mereka rahasiakan. Meskipun buntal dengan baik bertahan hidup di alam, ikan ini masih menderita di bawah industri perburuan hewan eksotis.

Ikan buntal air asin sering diburu sebagai makanan lezat, dan ikan buntal air tawar dijual sebagai hewan peliharaan. Beberapa spesies ikan buntal terancam, akibat dari kegiatan pemangsaan. Namun, secara keseluruhan spesies ini dianggap tidak terlalu diperhatikan.

Buntal disebut ikan agresif yang siap menyerang siapa pun yang mereka anggap ancaman. Buntal biasanya hidup sendiri dan tidak berbagi wilayah dengan ikan lain.

Salah satu adaptasi yang membantu ikan buntal bertahan hidup adalah kemampuan untuk menghasilkan racun yang dikenal sebagai tetraodotoxin. Racun ini disekresikan ke seluruh tubuh mereka, membuat buntal berbahaya untuk disentuh dan bahkan lebih berbahaya untuk dikonsumsi.

Sepintas Ikan ini terlihat menggemaskan ketika sedang mengembung, tetapi kenyataannya cara itu adalah mekanisme bertahan hidup untuk mengintimidasi. Beberapa predator akan bertahan untuk memakan ikan yang tiba-tiba berlipat ganda dalam ukuran visual.

Terlepas dari sikap kerasnya mereka terhadap manusia dan pemangsa, ikan buntal cukup terikat dengan pasangannya. Pada jenis jantan biasanya membantu betina bertelur dengan membimbingnya melalui air dan menggosok sisi tubuhnya saat dia melahirkan.



Dikutip National Geographic, nama ilmiah dari keluarga ikan buntal adalah Tetraodontidae. Nama ini diterjemahkan menjadi “bergigi empat,” mewakili empat gigi yang biasanya menonjol keluar dari mulut ikan. Gigi ini sebenarnya menyatu dengan rahang ikan, menciptakan ketahanan yang dibutuhkan untuk menembus cangkang keras.

Setidaknya terdapat 200 spesies ikan buntal yang ada di dunia, yang diklasifikasikan ke dalam 29 genera. Karena ini adalah ikan yang tangguh, mudah bagi mereka untuk beradaptasi dengan bebas di lingkungan apa pun.


Ukuran hingga Warna Ikan Buntal

BACA HALAMAN BERIKUTNYA


Bagikan

Tinggalkan komentar