Epidemiolog Ungkap Pencegahan Flu Burung H10N3 di RI

Jakarta, TechOPet —

Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman menyatakan pemerintah harus memperbaiki sistem deteksi dini sebuah penyakit yang berpotensi menimbulkan pandemi. Hal itu menanggapi ancaman infeksi virus flu burung H10N3 pada manusia yang teridentifikasi terjadi di China.

“Kita harus perkuat penelusuran dan deteksi dini. Ini yang harus di-review oleh pemerintah,” ujar Dicky kepada TechOPet.com, Jumat (4/6).

Dicky menyampaikan Indonesia harus meniru China dalam mendeteksi sebuah penyakit. Selama ini, dia melihat belum ada tindakan spesifik dari pemerintah terhadap warga yang mengalami gejala mencurigakan.



Dicky menuturkan kasus infeksi virus flu burung H10N3 pada manusia menjadi pengingat bahwa pandemi flu adalah ancaman yang dianggap paling serius saat ini. Selain angka kematian yang tinggi, dampaknya dari pandemi flu juga jauh lebih besar.

Lebih lanjut, Dicky menyampaikan H10N3 bukan virus baru karena telah ditemukan pada unggas beberapa tahun lalu. Hal yang menjadi perhatian adalah virus itu menular ke manusia.

Virus itu berpotensi bertukar materi genetik dengan virus flu umum hingga pada akhirnya menimbulkan ancaman serius pada kesehatan manusia.

“Ini jadi alarm sangat serius terutama untuk negara yang punya aktivitas antara manusia dengan hewan seperti burung hingga ayam. Indonesia seperti China, lokasi peternakan begitu dekat pemukiman,” ujarnya.

Selain deteksi dini, Dicky menyarankan untuk meminimalisir kontak dengan hewan, terutama burung. Dinas terkait juga perlu menata lokasi peternakan hingga sanitasi lingkungan agar mencegah terjadinya penularan.

“Kalau tidak berubah kita seperti mengundang maut. Mautnya itu pandemi,” ujar Dicky.

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) melaporkan temuan kasus infeksi virus flu burung H10N3 pertama pada manusia pada Selasa (1/6). Varian virus flu burung tersebut ditemukan pada seorang pria berusia 41 tahun di Kota Zhenjiang, Provinsi Jiangsu. Penularan ini merupakan kasus langka.

Pria tersebut dirawat di rumah sakit sejak 28 April lalu. Ia sempat mengalami demam dan gejala lainnya, papar NHC dalam sebuah pernyataan.

Selanjutnya, pria tersebut resmi didiagnosa mengidap virus flu burung H10N3 pada 28 Mei lalu. Namun, NHC tidak memberikan penjelasan bagaimana pria tersebut terinfeksi virus flu burung.

(mik)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar