Daihatsu Produksi CVT di Indonesia Mulai Tahun Ini

Karawang, TechOPet —

Astra Daihatsu Motor (ADM) bakal memulai produksi transmisi Dual Continuously Variable Transmission (D-CVT) mulai 2021. D-CVT adalah transmisi yang saat ini digunakan Rocky dan pada masa mendatang diproyeksikan dipakai Xenia dan Rush.

“Kita sudah siapkan investasinya, mulai produksi tahun ini,” ujar Direktur Pemasaran Amelia Tjandra, di Karawang, Jawa Barat, Selasa (25/5).

Investasi yang dimaksud terkait komitmen investasi Toyota Group untuk Indonesia periode 2019 – 2023 sebesar Rp28,3 triliun.



Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada November 2019 pernah menjelaskan investasi itu ditujukan buat pengembangan Toyota, Daihatsu, dan Hino.

Menurut Amelia saat ini D-CVT pada Rocky sebagian sudah dirakit lokal, namun sebagian lainnya masih impor. Kata dia produksi lokal D-CVT, yang enggan dijelaskan detail jadwalnya untuk tahun ini, nanti sepenuhnya dilakukan di Indonesia.

Amelia juga mengatakan setelah diproduksi lokal ADM akan bertahap mengganti transmisi otomatis konvensional 4-percepatan yang saat ini dipakai di mobil produksi lokal, yakni Xenia, dan Terios serta kembarannya masing-masing Toyota Avanza dan Rush.

Ada kemungkinan D-CVT ini tidak dipakai di produk low cost green car (LCGC), Ayla dan Sigra, serta kembarannya, Toyota Agya dan Calya, sebab pertimbangan harga jual yang diperkirakan terlalu tinggi. Seperti diketahui aturan main penetapan harga produk LCGC ditetapkan pemerintah.

D-CVT

Dual CVT punya mekanisme unik dibanding CVT biasa yakni terdapat dua sistem penggerak, belt (sabuk) dan gear (gir).

Pada kecepatan rendah sistem mengandalkan penggerak sabuk seperti CVT pada umumnya, namun saat masuk ke kecepatan tinggi penggerak beralih ke gir untuk mendapatkan performa lebih baik ketimbang terus-terusan mengandalkan penggerak sabuk. Peralihan dari sabuk ke gir dikatakan terjadi pada rentang putaran mesin 3.000 – 4.000 rpm.

Keuntungan D-CVT yakni pengemudi mendapatkan kesunyian dan kehalusan berkendara saat kecepatan rendah, kemudian tetap demikian saat kecepatan tinggi ditambah konsumsi bahan bakar lebih hemat.

(fea/mik)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar