Chip Langka, Daihatsu Indonesia Sebut Produksi Mobil Normal

Jakarta, TechOPet —

Astra Daihatsu Motor (ADM) mengawasi seksama kelangkaan chip semikonduktor global yang diperkirakan akan mempengaruhi beberapa tipe mobil yang diproduksi di Indonesia. Sejauh ini aktivitas produksi ADM disebut berjalan normal, kendati banyak produsen sudah menyatakan bakal mengurangi produksi karena tak kurang suplai chip semi konduktor.

“Saya bisa katakan enggak semua tipe mengalami kesulitan, shortage, untuk chip semikonduktor. Sampai hari ini pabrik ADM masih beroperasi secara normal,” kata Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra, Rabu (26/5), di Karawang, Jawa Barat.

“Tapi kami akan mengamati tipe-tipe tertentu apakah akan mengalami shortage. Sampai hari ini kami bisa katakan kami berproduksi normal,” ucapnya lagi.



Amelia tidak menjelaskan tipe mobil mana yang diproyeksi bermasalah karena sulitnya pasokan chip semikonduktor. Walau begitu tipe yang diduga terpengaruh adalah Rocky, mobil tercanggih Daihatsu yang diproduksi di Indonesia.

Rocky punya berbagai fitur canggih, salah satunya ASA (Advanced Safety Assist) yang mengandalkan berbagai macam sistem komputer dan kamera stereo untuk identifikasi objek. Selain Rocky, ADM juga memproduksi kembaraannya, Toyota Raize, yang punya lebih banyak fitur canggih.

ADM adalah produsen mobil terbesar di Indonesia yang dalam kondisi normal kapasitas produksinya mencapai 500 ribu unit per tahun. Kapasitas produksi ini sempat turun semasa pandemi Covid-19 pada 2020 menjadi 330 ribu unit per tahun, kemudian per April 2021 telah ditargetkan naik menjadi 460 ribu unit per tahun.

Krisis chip semikonduktor terjadi karena kapasitas produsen komponen ini tak bisa memenuhi lonjakan permintaan otomotif yang berangsur membaik sejak akhir tahun lalu.

Pada masa pandemi tahun lalu, kapasitas produksi otomotif di semua negara turun, namun permintaan barang elektronik seperti ponsel dan laptop meningkat deras. Produsen chip semikonduktor menyesuaikan produksi untuk barang elektronik saat otomotif lesu.

“Terjadinya krisis karena di masa Covid-19, penjualan handphone naik tiga kali lipat, kemudian kapasitas produksi tidak cukup. Pada waktu Covid demand otomotif turun drastis di seluruh dunia, kemudian berangsur-berangsur kembali naik, tetapi kapasitas untuk chip semikonduktor itu tidak serta merta bisa naik,” jelas Amelia.

Kelangkaan chip semikonduktor diketahui telah sampai di Indonesia, melibatkan salah satu produsen yakni Mitsubishi. Menurut keterangan Reuters, Mitsubishi Motors akan memotong produksi sebanyak 30 ribu unit di lima pabrik yang berada di tiga negara, yaitu Indonesia, Thailand, dan Jepang, pada Juni.

Sejauh ini belum ada informasi detail tentang pengurangan produksi itu apakah akan menghentikan sementara aktivitas pabrik di Indonesia.

Selain Mitsubishi, Nissan dan Suzuki juga sudah merencanakan pemberhentian pabrik sementara pada Juni sebab chip semikonduktor langka.

Nissan akan melakukan hal itu di pabrik mereka di Kyushu di Jepang selama tiga hari pada 24 Juni, 25 Juni, dan 28 Juni. Penyesuaian produksi juga dilakukan di pabrik Tochigi dan Oppama di Jepang.

Selain itu Nissan menghentikan sementara produksi beberapa model di pabrik Meksiko. Sementara Suzuki akan menyetop sementara tiga pabrik mereka di prefektur Shizuoka selama tiga hingga sembilan hari.

(fea)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar