China Akan Bangun Sistem Pertahanan Untuk Hadapi Asteroid

Jakarta, TechOPet —

Badan Luar Angkasa China akan membangun sistem pertahanan untuk menghadapi asteroid yang jatuh ke bumi. Rencana itu diduga bagian dari upaya jangka panjang China membangun kekuatan ruang angkasa mereka.

Kepala Badan Luar Angkasa Nasional China, Zhang Kejian tidak merinci rencana yang disampaikannya dalam pidato pembukaan peringatan hari luar angkasa China di Nanjing, China itu.

Tapi, melansir Reuters Sabtu (24/4), China telah menjadi salah satu negara yang aktif mengeksplorasi ruang angkasa dalam beberapa tahun terakhir. Negara itu bahkan telah membuat program pengoperasian ribuan penerbangan luar angkasa dalam setahun dan membawa puluhan ribu ton kargo, serta penumpang pada tahun 2045.



China juga baru menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Antariksa Rusia Roscosmos untuk mendirikan stasiun penelitian bulan internasional. China dan Prancis juga berkomitmen untuk bekerja sama di bidang eksplorasi ruang angkasa.

Tahun lalu, Badan antariksa Eropa menandatangani kesepakatan senilai US$156 juta atau Rp2,2 triliun (kurs Rp14.523) untuk membuat pesawat ruang angkasa bagi proyek bersama dengan NASA dalam rangka mencari cara menangkis asteroid menuju Bumi.

Melansir NASA, asteroid, kadang-kadang disebut planet minor, adalah sisa-sisa batuan dari pembentukan awal tata surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Jumlah asteroid yang diketahui saat ini berjumlah 1.076.651.

Sebagian besar puing-puing ruang angkasa purba ini dapat ditemukan mengorbit matahari di antara Mars dan Jupiter di dalam sabuk asteroid utama. Ukuran asteroid berkisar ratusan kilometer hingga kurang dari 10 meter. Massa total semua asteroid yang digabungkan lebih kecil dari Bulan Bumi.

Kebanyakan asteroid berbentuk tidak beraturan, meskipun beberapa hampir bulat, dan sering berlubang atau berkawah.

Pada awal 2019, jumlah asteroid dekat Bumi yang ditemukan berjumlah lebih dari 19 ribu. Rata-rata 30 penemuan baru ditambahkan setiap minggu.

Lebih dari 95 persen objek ini ditemukan oleh survei yang didanai NASA, terutama menggunakan teleskop berbasis darat sejak 1998, ketika NASA awalnya mendirikan Program Pengamatan Objek Dekat Bumi dan mulai melacak, serta membuat katalog.

NASA juga memiliki program bernama pertahanan planet untuk mendeteksi kemungkinan dan memperingatkan potensi dampak asteroid atau komet bagi Bumi, dan kemudian mencegahnya atau mengurangi kemungkinan efeknya.

(panji/agt)


Bagikan

Tinggalkan komentar