Cara Agar Produksi ASI Tetap Terjaga di Tengah Berpuasa |TechOPet Online

ibu dan bayi harus kontak dari kulit ke kulit sesering mungkin untuk merangsang ASI.

TechOPet.com, JAKARTA – Memasuki bulan Ramadan, ibu menyusui atau mamsi sering dilanda kekhawatiran terkait kecukupan produksi ASI yang dibutuhkan si buah hati. Padahal hal ini bisa diatasi dengan melakukan sejumlah persiapan, sehingga walaupun tengah berpuasa namun kualitas dan kuantitas ASI yang diproduksi tetap terjaga.

Dalam acara HUT ASIMOR ke-1 bertajuk ‘FESTIVAL 100% ASIMOR’ yang diselenggarakan pada Jumat, 30 April 2021, menghadirkan narasumber dokter spesialis anak sekaligus konselor laktasi dr. Wiyarni Pambudi, Sp.A., IBCLC, Head of Marketing Consumer Health Dexa Ibu Irene Dwi Sari, serta penyanyi Mhyta Lestari sebagai narasumber yang mewakili para ibu menyusui atau Mamsi.

Berdasarkan rilis yang diterima Senin (3/5), dalam webinar tersebut, dr. Wiyarni Pambudi menyampaikan setidaknya ada empat kondisi yang bisa memicu produksi ASI seorang mamsi. Pertama, ibu dan bayi harus melakukan kontak kulit ke kulit sesering mungkin karena hal tersebut sangat merangsang produksi ASI.

“Cara menyusui yang optimal justru dimulai di 1-7 hari awal bayi lahir. Di rumah sakit sebaiknya ibu dan bayinya tidak dipisahkan sehingga bisa sering melakukan kontak kulit ke kulit. Dengan begitu si ibu bisa mendapat stimulasi untuk memproduksi ASI dan bayi bisa mendapatkan ASI setiap saat ingin menyusu,” kata dr. Wiyarni di acara webinar tersebut.

Kedua, suami dan keluarga harus bisa membantu menciptakan suasana nyaman dan bahagia bagi mamsi secara fisik dan psikis. Karena dengan pikiran yang rileks dan fisik yang sehat maka tubuh akan percaya diri dan lancar memproduksi ASI.

“Seorang ibu yang bahagia, hormon oksitosinnya tinggi. Hal tersebut memperlancar keluarnya ASI. Hal itu harus diimbangi dengan menyusui si bayi sehingga hormon prolaktin yang memproduksi ASI juga bisa tetap tinggi. Tidak benar itu kebiasaan menyusui secara terjadwal, karena itu hanya akan menghambat produksi ASI,” kata dr. Wiyarni.

Ketiga, sang ibu dan orang-orang di sekitarnya harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai ASI. Sehingga tahu apa yang harus dilakukan selama proses menyusui.
Keempat, menjaga nutrisi yang cukup bagi tubuh di bulan puasa sehingga jumlah dan kualitas ASI yang diproduksi tetap baik. Kalau perlu, mamsi juga bisa mengonsumsi suplemen tambahan untuk menjaga produksi ASI.

“Puasa jangan menjadi halangan bagi ibu menyusui. Silakan berpuasa dan tetap menyusui dengan memenuhi gizi yang seimbang, dan jangan lupa banyak minum. Kalau ibu berpuasa tetapi asupannya baik lalu dibantu dengan mengonsumsi suplemen maka tidak ada penurunan kualitas ASI. Bahkan kadar vitamin dalam ASI bisa meningkat,” jelasnya.

Menurut Irene Dwi Sari, Dexa Group melalui Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), para saintis melakukan penemuan terkini dan telah melakukan serangkaian pengujian dan memprosesnya dengan teknologi modern tanaman katuk, torbangun, serta ikan gabus dalam Herba ASIMOR sebagai suplemen untuk ibu menyusui yang merupakan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI).

Kandungan ASIMOR yang berperan sebagai makanan pelancar ASI yang terdiri dari daun katuk, memberikan peningkatan signifikan dalam ekspresi gen prolaktin dan oksitosin, yaitu hormon yang berperan penting dalam proses menyusui sehingga membuat produksi ASI melimpah.

Sementara daun Torbangun dapat meningkatkan sel epitel dan metabolisme kelenjar susu sehingga ASI meningkat 65 persen tanpa mengubah kualitas gizi susu dan manfaat Ikan Gabus dapat meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin, sehingga produksi ASI meningkat, mempercepat penyembuhan setelah operasi caesar, mempercepat pemulihan dan kekuatan wanita pasca melahirkan serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

“Tidak hanya melalui penelitian di hulu, di hilir setelah produk itu jadi dan akan dipasarkan, kami juga telah melakukan pengujian di sejumlah mamsi. Dari hasil ini diperoleh bahwa 8 dari 10 Mamsi merasakan  peningkatan volume ASI dalam 2-3 hari setelah 2 pekan konsumsi. Selain itu, 50 persen Mamsi menghasilkan ASI 75-120 ml sekali pompa. Dalam dua pekan, 25 persen dari mamsi menyatakan bahwa terjadi penurunan durasi pompa ASI dari rata-rata 30 menit di minggu pertama, menjadi rata-rata 20 menit di minggu kedua setelah mengkonsumsi Herba ASIMOR,” kata Irene.

Manfaat produk ASI booster ASIMOR yang diperoleh lainnya adalah kualitas tidur bayi terlihat membaik secara signifikan, terutama di pekan kedua. Bahkan, sebagian besar bayi buang air kecil atau pipis lebih dari enam kali sehari dan angka tersebut meningkat dari 52 persen sebelum Mamsi mengkonsumsi Herba ASIMOR menjadi sekitar 82 persen.

Lebih spesifik, dalam waktu 2 minggu, berat badan bayi laki-laki rata-rata naik sebanyak 0.51 kg  atau sedikit lebih tinggi dari rata-rata dan pada bayi perempuan naik sebanyak 0.34 kg (dalam range normal).

“Dengan sejumlah manfaat tersebut, penggunaan asi booster Herba ASIMOR ternyata tidak hanya memberikan manfaat bagi bayi dan produksi ASI. Lebih jauh, biaya atau pengeluaran untuk memelihara produksi ASI menjadi hemat, dan juga pemberian ASI eksklusif menghasilkan kedekatan emosional antara Ibu dan bayi,” terang Ibu Irene.

Karena itu, untuk memberikan dukungan Mamsi dalam memberikan ASI eksklusif bagi buah hati, di Ulang Tahun ASIMOR ini digelar Festival 100% ASI for MORe. Festival ini berangkat dari insight bahwa Mamsi memiliki banyak kekhawatiran akan kebutuhan yang harus dia penuhi untuk memberikan 100 persen kepada bayinya. 

Festival 100 persen ASI for MORe adalah festival di mana Mamsi dapat memiliki 100 item yang dapat meningkatkan perjalanan Mamsi untuk memberikan 100 persen ASI hanya dengan 100 rupiah di Dexa Medica Official Store. Selain itu, Herba Asimor juga mengeluarkan kemasan botol isi 60 kaplet yang kini lebih praktis untuk bisa memberikan dukungan penuh kepada Mamsi selama 1 bulan.

Bagikan

Tinggalkan komentar