Ahli Sebut Kabel Optik Internet Papua Bisa Putus Akibat Gempa

Jakarta, TechOPet —

Ketua Bidang Infrastruktur Broadband Nasional Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Nonot Harsoyo, menjelaskan lumpuhnya layanan internet di Papua akibat putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) atau kabel optik bawah laut di ruas Biak-Jayapura.

Ia menilai jika benar terjadi pergeseran lapisan bumi di dasar laut, biasanya disertai gempa yang terbilang besar. Lalu, kabel bawah laut akan putus total sehingga layanan internet bisa mati atau blackout.

“Jika terjadi pergeseran lempeng bumi, biasanya disertai gempa yang agak, besar kabel bawah laut akan putus total, sehingga internet bisa tiba-tiba blackout,” ujar Nonot kepada TechOPet.com melalui keterangan tertulis, Kamis (6/5).



Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan putusnya kabel optik menjadi penyebab gangguan layanan internet di Papua pada Jumat (30/3) malam. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) atau kabel optik bawah laut di ruas Biak-Jayapura menurutnya terjadi karena pergeseran lapisan bumi di dasar laut.

Namun, berdasarkan pantauan TechOPet.com melalui aplikasi Info BMKG pada Jumat (30/4), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tidak menunjukkan adanya gempa di sekitar wilayah Biak hingga Jayapura.

Dalam keteranganya, BMKG hanya memperbarui data gempa yang terjadi di Barat Daya Aceh magnitudo 5.3 pada pukul 23.43 WIB dan terjadi gempa magnitudo 5,1 dengan titik pusat di Barat Daya Jembrana-Bali pukul 05.20 WIB.

BMKG pun enggan berkomentar terkait dugaan pergeseran lempengan di perairan Biak-Jayapura yang diklaim sebagai penyebab putusnya SKKL yang mengakibatkan layanan internet Papua lumpuh.

No comment, mas” ujar Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono kepada TechOPet.com lewat pesan teks (6/5).

Lebih lanjut Nonot menuturkan biasanya layanan internet memang mengandalkan jaringan bawah laut, sehingga jaringan di wilayah tersebut bertumpu pada instalasi tersebut.

Internet bisa lewat satelit

Meski demikian, layanan internet di suatu wilayah dapat tetap ada, meski kabel jaringan bawah tanah putus. Yakni dengan mengandalkan satelit. Namun dengan kecepatan yang terbilang lamban.

“Seluruh layanan seperti sms, telepon dan internet akan mati jika tanpa backup. Kalau ada backup satelit bisa tetap nyambung tapi lelet, karena kapasitasnya kecil,” ujar dia.

Lewat keterangan resmi, Dedy juga menjelaskan akibat terputusnya kabel Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) atau kabel optik bawah laut di ruas Biak-Jayapura juga berdampak pada Telkom.

“Ini mengakibatkan seluruh layanan Telkom Group mengalami gangguan dengan total trafik sebesar 135 Gbps,” ujar Dedy melalui keterangan tertulis, Selasa (5/4).

Dedy menuturkan Telkom Group telah melakukan perbaikan layanan tahap awal, dimulai dari reaktivasi layanan Voice, layanan IP VPN Telkom, dan ASTINET Telkom.

Ia menjelaskan perbaikan layanan internet dan data dilakukan bertahap mulai pada 30 April 2021, dengan melakukan deployment link backup, antara lain melalui Palapa Ring Timur, satelit, dan penambahan radio.

(can/eks)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar