5 Fakta Menarik Gerhana Bulan Total Malam Ini

Jakarta, TechOPet —

Hari ini (26/5) malam akan terjadi Gerhana Bulan Total Perigee atau Super Blood Moon bisa dilihat dari sebagian besar wilayah Indonesia. Waktu pengamatan atau penglihatan di setiap tempat berbeda-beda karena faktor wilayah.

Peristiwa yang merupakan salah satu akibat pergerakan dinamis posisi matahari, bumi, dan bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana bulan total terjadi saat posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar.

Berikut 5 fakta menarik gerhana bulan total malam ini:

1. Bulan berwarna merah
Gerhana bulan total malam nanti terjadi saat bulan berada di umbra bumi, yang berakibat saat puncak gerhana bulan total sehingga bulan akan terlihat berwarna merah atau yang lebih dikenal dengan istilah Blood Moon.



Lantaran posisi bulan saat terjadi gerhana berada di posisi terdekat dengan bumi (Perigee), maka bulan akan terlihat lebih besar dari fase-fase purnama biasa, sehingga sering disebut dengan Super Moon.

2. Bisa dilihat tanpa alat
Observatorium Bosscha mengatakan fenomena astronomi pada malam nanti bisa disaksikan tanpa alat bantu. Hanya dengan keluar ruangan dan memandang ke langit bulan sudah bisa terlihat.

Gerhana bulan total bisa dilihat tanpa alat karana tidak memiliki intensitas cahaya yag berbahaya seperti gerhana Matahari. Bulan hanya mendapat cahaya dari pantulan sinar matahari, bukan sebagai sumber cahaya.

3. Bertepatan dengan Waisak
Gerhana bulan total malam ini bertepatan dengan Hari Raya Waisak 2021 yang dirayakan pemeluk agama Budha. Kejadian tersebut menjadi spesial karena belum tentu sering terjadi.

Waisak sendiri dirayakan setiap Mei tepatnya pada waktu terang bulan atau dengan istilah lain yaitu Purnama Sidhi untuk memperingati Trisuci Waisak yakni tiga peristiwa penting, yakni kelahiran, penerangan agung, dan kematian Buddha Gautama.

4. Ada tujuh fase gerhana bulan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan ada tujuh fase gerhana bulan total. Tiga fase awal adalah gerhana mulai (P1), gerhana Sebagian mulai (U1), dan gerhana total mulai (U2).

Kemudian berlanjut pada fase puncak gerhana, gerhana total berakhir (U3),
gerhana sebagian berakhir (U4), dan gerhana berakhir (P4). Fase gerhana bulan total dipekirakan terjadi pada 18.43 WIB

5. Bisa dilihat dari sebagian besar wilayah Indonesia
BMKG mengatakan sebagian besar wilayah Indonesia bisa mengamati gerhana bulan total. Namun, waktu pengamatan di setiap wilayah berbeda yang dipengaruhi perbedaan letak wilayah.

Daerah yang tepat terlewati oleh garis P1, U1, U2, dan U3 bisa mengamati gerhana bulan total yang terbit bersamaan dengan fase-fase gerhana tersebut.

Wilayah yang terlewati garis P1 dan U1 adalah Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, NTT, Sulawesi Utara, sebagian Gorontalo, Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Tengah. Sebagian kecil Sulawesi Selatan bagian tenggara akan mendapati gerhana bulan yang sudah dalam fase gerhana penumbra ketika bulan terbit.

Kemudian wilayah yang terlewati garis U1 dan U2 seperti Sulawesi Selatan Bali, Kalimantan Utara, Kalimanatan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan lain-lain akan mendapati bulan sudah dalam fase gerhana ketika bulan terbit.

(adp/chs)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar