4.200 BTS dan 12 Ribu Jaringan Palapa Ring Akan Dibangun 2021

Jakarta, TechOPet —

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membeberkan rencana pembangunan infrastruktur untuk percepat transformasi digital Indonesia. Salah satunya dengan bangun 4.200 Base Transceiver Station (BTS) di tahun ini.

“Di tahun 2021 Kementerian Kominfo akan menyelesaikan pembangunan 4.200 BTS, saat ini sedang dalam proses konstruksi, dan dilanjutkan di tahun 2022 sebanyak 3.704 BTS baru,” ujar Menkominfo Johnny G Plate lewat keterangan tertulis, Senin (7/6).

Ia berharap pembangunan BTS hingga 2023 itu dapat membangun sebanyak 9.586 BTS. Selain itu ia juga mengatakan Palapa Ring pada tahun 2021 memiliki total jaringan sepanjang 12.229 kilometer.



Soal penyediaan internet, Johnny mengatakan saat ini di Indonesia sudah ada 4.574 titik. Data itu melengkapi 11.817 titik akses internet yang telah tersedia sebelumnya.

Ia mengatakan di tahun 2022 akan dilakukan penggelaran akses 22.000 titik secara masif dan terus meningkat tiap tahunnya, hingga tersedia 78.391 titik akses internet pada akhir tahun 2024.

Berkaitan dengan optimasi pemanfaatan Palapa Ring tahun 2022, kata dia, akan dilakukan integrasi Palapa Ring dengan usulan jaringan sepanjang 12.083 kilometer atau sekitar 40 persen.

“Konstruksi dan pergelaran yang akan dilakukan dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2023 meliputi nilai total capital expenditure sekitar Rp8,6 triliun dengan kebutuhan anggaran Rp3,5 triliun untuk tahun 2022 dan Rp5,1 triliun di tahun 2023,” tuturnya.

Sedangkan untuk penyediaan kapasitas satelit, Johnny menjelaskan saat ini tengah tersedia dan beroperasi satelit berkapasitas 21 gigabyte per second.

Untuk ke depan, ia mengatakan tahun ini akan menambah kapasitas sebesar 9 Gbps, dan pada tahun 2022 dilakukan penambahan sekitar 7 Gbps. Lalu pada tahun 2024 akan tersedia kapasitas satelit sekitar 117 gigabyte per second.

Selain itu, ia juga menjelaskan nasib Analog Switch Off (ASO) yang merupakan program digitalisasi penyiaran pada 2 November 2022. Salah satu yang disiapkan dengan mendorong penyiaran lewat penyediaan peralatan di 15 wilayah, yang belum melakukan penyelenggaraan penyiaran multipleksing.

“Selain itu juga melakukan revitalisasi di 206 lokasi pemancar TVRI, dan memberikan set top box untuk beberapa rumah tangga yang membutuhkan,” tuturnya.

Era Jaringan 5G

Johnny mengatakan untuk merespons layanan 5G, pihaknya mengklaim telah melakukan farming dan refarming spektrum frekuensi radio. Hal itu ditempuhnya untuk mendorong percepatan dan pemerataan layanan 5G dan 4G.

Lebih lanjut ia menyatakan pada tahun 2021 pihaknya telah melakukan pembebasan frekuensi baru untuk mobile broadband sebanyak 90 Mhz. Sehingga, total tambahan spektrum mencapai 120 Mhz.

Pada tahun 2022, pihaknya berencana untuk menambah frekuensi mobile broadband sebanyak 1.000 Mhz, sehingga total farming dari refarming spektrum frekuensi mencapai 1.120 Mhz. Sedangkan untuk tahun 2024 tambahan 190 Mhz, maka total farming dan refarming mencapai 1.310 Mhz.

Untuk program Pusat Data Nasional, ia mengatakan akan dimulai pembangunan di lokasi pertama di Jabodetabek pada tahun 2021.

“Tahun 2022 direncanakan akan dilakukan penambahan satu lokasi baru, sehingga tahun 2024 akan beroperasi dua pusat data nasional yang mampu melayani 75 persen instansi kementerian, lembaga dan daerah,” tutupnya.

(can/DAL)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar