1,2 Juta Set Top Box Senilai Rp160 M Siap Dibagikan ke Warga

Jakarta, TechOPet —

Sebanyak 6,8 juta Set Top Box (STB) untuk mendukung siaran tv digital atau Analog Switch Off (ASO) akan disebar di Indonesia. Masyarakat pemilik tv digital yang dianggap kurang mampu akan menerima alat STB.

Vice President Broadcast Operation Trans TV, Wawan Julianto mengatakan saat ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta kepada grup stasiun tv swasta untuk membagikan STB kepada masing-masing keluarga di Indonesia.

“Pemerintah meminta bantuan STB 1,2 juta unit kepada Grup TV Swasta [Transmedia]. Itu nilainya sekitar Rp160 miliar,” ujar Vice President Broadcast Operation Trans TV, Wawan Julianto kepada TechOPet.com melalui sambungan telepon, Jumat (25/6).



Jika dirinci 6,8 juta STB yang akan dibagikan ditanggung lima grup stasiun TV, yakni Emtek, Transmedia, MNC Group, Media Group dan Viva Group. Transmedia berkomitmen membagikan sekitar 1,2 juta unit Set Top Box.

Alat sebanyak 6,8 juta STB yang dibutuhkan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Wawan, pihak Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) masih menunggu bagaimana mekanisme pembagian STB itu agar tepat sasaran dan program ASO pun tanpa kendala.

“Kita masih menunggu arahan dari pemerintah, mekanismenya seperti apa. Maksud kami itu Kominfo itu transparan, duduk bareng sama semua steakholder untuk dibuka bersama data-data terus mekanismenya seperti apa, biar tetap tepat sasaran dan tumpang tindih,” ucap Wawan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengumumkan STB bersertifikat yang layak digunakan sebagai penunjang siaran tv digital.

Dikutip laman resmi Siaran Digital Kominfo, setiap perangkat televisi digital dan dekoder STB DVBT2 yang diperdagangkan, dibuat, dirakit, dimasukkan dan atau digunakan di wilayah Indonesia, diwajibkan untuk memperhatikan persyaratan teknis dan berdasarkan izin perundang-undangan.

Persyaratan itu diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 4 Tahun 2019, tentang Persyaratan Teknis Alat dan atau Perangkat Telekomunikasi untuk Keperluan Penyelenggaraan Televisi Siaran dan Radio Siaran.

Jadi penting untuk mengecek terlebih dahulu perangkat STB yang hendak dibeli, untuk mengetahui apakah perangkat itu sudah ada dalam daftar perangkat yang sudah tersertifikasi mendukung siaran TV digital di Indonesia.

“Sudah ditetapkan standarnya seperti apa [STBnya]. Yang penting sudah bisa menerima siaran digital cukup, dan dengan fitur-fitur standar lah,” ucap Wawan.

Dihubungi terpisah, Juru Bicara Kominfo Dedy Permadi mengatakan saat ini pihaknya masih membahas skema distribusi, kriteria serta mekanisme terkait pembagian STB.

“Sampai saat ini, Kementerian Kominfo masih membahas skema distribusi STB, kriteria, serta mekanisme terkait lainnya dengan para perwakilan Lembaga LPS penyelenggara multipleksing,” ujar Dedy kepada TechOPet.com lewat pesan teks, Jumat (25/6).

Lebih lanjut ia menjelaskan pembagian STB itu tertera pada Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2021 tentang Postelsiar.

“Pengadaan STB diutamakan berasal dari penyelenggara multipleksing dengan kriteria dan skema pendistribusian yang diatur oleh Menteri,” tutup Dedy.

Infografis Beda TV Analog dan TV DigitalInfografis Beda TV Analog dan TV Digital. (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

(can/mik)

[Gambas:Video TechOPet]


Bagikan

Tinggalkan komentar