12.548 Titik Desa dan Kelurahan di Indonesia Belum Terjangkau Jaringan 4G

techopet.com – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyebut, ada 12.548 Desa dan kelurahan di Indonesia yang belum memiliki jaringan 4G.

Ia menargetkan penyelesaian pembangunan Base Transceiver Station (BTS) untuk sinyal 4G di seluruh Indonesia pada 2022.

Johnny G. Plate menyatakan, selama ini pemerintah membangun infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi berbasis pada jaringan atau network.

Untuk mempercepat pemerataan di seluruh Indonesia, pola pembangunan tidak lagi dari hulu ke hilir di upstream, namun lebih ke pendekatan teritorial atau wilayah.

“Jadi pendekatannya sangat teritorial, untuk itu telah dilakukan analisis di mana saja di Indonesia ini berbasis desa atau kelurahan, titik-titik yang belum terjangkau sinyal yang secara umum dikenal sebagai blank spot,” ujar Plate dalam keterangan tertulis, Minggu (28/3/2021).

Ia memaparkan, khusus di wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) terdapat total 9.113 desa dan kelurahan.

Ilustrasi teknologi 4G (Shutterstock).
Ilustrasi teknologi 4G (Shutterstock).

Dari jumlah tersebut sudah dibangun BTS 4G di 1.209 desa dan kelurahan. Sisanya atau sebanyak 7.904 telah diprogramkan pada 2021 dan 2022.

Sementara untuk wilayah Non-3T berjumlah 3.435 desa dan kelurahan yang juga saat ini sedang disiapkan oleh operator seluler.

“Dalam rangka membangun di the last mile atau di titik akhir infrastruktur TIK untuk menjangkau wilayah desa dan kelurahan itu, dilakukanlah rapat (Kick-off Meeting) di Denpasar, Bali, mulai kemarin untuk meneruskan penandatanganan kontrak payung pembangunan BTS di 7.904 desa yang dilaksanakan di hadapan Presiden di Istana Negara,” tambahnya.

Pembangunan infrastruktur, dia menuturkan, dibagi dalam dua bagian yang dikenal dengan wilayah 3T dilakukan oleh BAKTI Kominfo, dan wilayah Non-3T yang akan dikerjakan beramai-ramai bersama operator seluler.

Sumber dari suara.com

Bagikan

Tinggalkan komentar